![]() |
Raw News | Community Bulletins | Open Forum | Forum/Malay | Forum/Achenese |
| Contents | Search | Next | Previous |
|
|
Militer Indonesia Ingin Menguasai Lagi Acheh
Author: SIRA Comentary
Sentral Informasi Referendum Acheh (SIRA) sangat prihatin dengan perintah Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak memiliki hati nurani dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Acheh. Pemerintah SBY selalu mengedepankan pendekatan refresif dan perang, ini bisa kita lihat dengan memberi batasan waktu untuk mengusir relawan internasional dan hanya dua tempat yang dibolehkan keberadaan relawan asing, sedangkan di tempat-tempat lain tidak boleh didatangi relawan Internasional. Kebijakan ini adalah untuk menutupi berbagai pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan tindakan kebrutalan militer Indonesia terhadap masyarakat sipil di daerah-daerah selain Banda Acheh dan Melaboh. Kami melihat kebijakan pembatasan tentara asing di Acheh lebih dipicu oleh keinginan pemerintah Indonesia untuk mendominasi rekontruksi Acheh, padahal seperti terlihat selama ini, pemerintah tidak mampu menanggulangi bencana di Acheh jika tanpa bantuan Internasional. Pemerintah Indonesia melihat keberadaan tentara asing di Acheh akan menghalangi niat pemerintah khususnya TNI/Polri untuk menguasai Acheh. Selain itu juga, agar proses rekontruksi Acheh bisa berjalan seperti harapan mereka, sehingga tidak terjamin akuntabilitas. Bakal banyak terjadi penyimpangan anggaran dalam proses rekontruksi Acheh jika tidak dikontrol oleh Internasional. SIRA juga menyambut baik terhadap himbauan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), agar pemerintah Indonesia tidak membatasi keberadaan bantuan dan militer asing di Acheh (detik, 14/01). Keberadaan tentara asing mutlak diperlukan sampai ada proses penyelesaian politik Acheh secara konfrehensif antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Acheh Merdeka (GAM). Serta proses rekonstruksi Acheh berjalan sebagaiman harapan masyarakat Acheh dan Internasional. SIRA juga meminta kepada PBB dan Negara-negara yang selama ini sedang membantu Acheh untuk tetap berada di Acheh, karena kebaradaan PBB di Acheh adalah harapan dan keinginan rakyat Acheh, rakyat Acheh sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah Indonesia.
DARI PENJARA KETUA SIRA DESAK RI dan GAM BERUNDING LAGI
Meski masih dalam penjara, Ketua SIRA tetap aktif dalam perjuangan
menegakkan kebebasan, keadilan, HAM dan perdamaian untuk Acheh. Nazar
menyerukan, mendorong dan mendesak para pihak yang bertikai segera
memajukan kembali proses perdamaian dan menjadikan bencana tsunami itu
sebagai hikmah. Ia juga menyerukan semua pihak untuk melakukan apa saja
untuk mendorong perundingan damai antara pemerintah RI dan GAM yang
difasilitasi dan dimediasi masyarakat Internasional. Catatan: SIRA (Sentral Informasi Referendum Acheh) adalah sebuah lembaga perjuangan rakyat yang dibentuk oleh 104 organisasi Mahasiswa, pumuda, santri dan siswa pada tanggal 4 Februari 1999 melalui Kongres Mahasiswa dan Pemuda Acheh Serantau (KOMPAS). Pada 8 November 1999 SIRA berhasil mengumpulkan 2 juta rakyat Acheh dihalaman Mesjid Raya Baiturrahman Banda Acheh untuk melakukan aksi damai dalam memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri secara damai dan demokratis. Sentral Informasi Referendum Acheh SIRA); Jln. T. Panglima Polem No. 13 A Komplek Bp 4 Lama Kp. Laksana, Banda Acheh Telp/Fax: +62-651-24043, Hp. 08158760497, E-mail : sira_jaringan2000@yahoo.com, sirareferendum@hotmail.com. Nasruddin Abubakar, Dewan presidium.
|
|
|
| AT FrontPage | Quotable Quotes | Scholarships | WorldWide media | Malay Edition | Achenese Edition | WordWealth | Community |
|
|
|
Copyright © 1999 - 2006 The Acheh Times, powered by Hivelocity. |
|
|